Postingan

Lakon Bernama Hidup

Gambar
http://capslocknet..com dalam lakon bernama hidup, kau terus terbakar bersama mentari, pantikkan api bakar ladang hijau segar kini hilang, gersang mengundang rindu pada hujan dalam lakon bernama hidup, kau terus tergenang bersama hujan, air sungai banjiri kota ramai sunyi telah kembali, dingin mengundang rindu pada mentari dalam lakon bernama hidup, kau berubah, tak pernah tetap keabadian engkau tolak, pertentangan terus menjadi pasrah kini menetap, lemah mengundang rindu pada cinta basah dan terik kini tak kau dihindari,               lewat doa tak hentinya kau panggil ia: Tuhan, dalam lakon bernama hidup, kau tak kusesali     selamanya kau ku syukuri 17 Januari  2017

Yang Datang dan Kemudian Pergi

Gambar
yusranlapananda..wordpress.com yang datang dan kemudian pergi jejak langkah masih ada di sini hujan yang jatuh tak menghapus selalu ada yang datang dan kemudian pergi bayangan masih berkeliling di sini kehadiran yang lalu tak menghilang selalu berkeliling yang datang dan kemudian pergi masih di hati, dan masih ku miliki rasa kehilangan, buat tak letih mencari masih berharap Pekanbaru, 15 Januari 2017

Suasana Pagi

Gambar
setelah malam berganti, senyuman telah kembali hujan tak lagi mengalir, jejaknya kembali mengukir suara yang membisu, kini telah kembali merdu matahari terbit di timur, jalan sunyi kembali terisi burung-burung hutan terdengar mendendang lagu inikah balasan setelah sabar menanti wajah alam, tersenyum dan merona kata tak sempurna untuk ungkapkan indahnya Pekanbaru, 14 Januari 2017

Jogja Aku Pergi

Gambar
http://www.imgrum..net yang memiliki harta benda akan memberikan harta benda padamu aku tak memiliki itu, di sini aku hanya punya puisi dan aku ingin memberikannya padamu, tanpa syarat meskipun sebuah firman berkata: ikutilah yang tak meminta imbalan itu tapi bila hatimu berkata “tidak”, tetap di situ, jangan pernah beranjak I dalam diam alam merayu memikat hati, menarik langkah padanya, kemudian pergi terbenam bersama matahari sinar makin temaram makin leluasa angin merasuk, menusukkan dingin ke dalam ruang seketika gigil, tak mampu melawan di dalam tatapan mata, kelembutam menikam hati berdarah dan rindupun mendekap, suasana yang asing, antara perih dan kenangan berat menahan, mendungpun pecah, hujan II lembut sungguh berliku, jalan panjang cakrawala, antara bukit dan ngarai, terapit di dua sisi menghilang suasana, kehangatan tiba-tiba dingin tak lagi menantang angin, kembali melangkah pulang tapi ada yang berubah: ia...