Postingan

Musuh Dalam Selimut

Gambar
Siapakah musuh kita? Bila pertanyaan ini dilemparkan kepada rakyat Indonesia saat terjajah maka tentu tanpa keraguan serentak mereka berkata: Portugis, Belanda, Inggris ataupun Jepang. Jawaban ini tidaklah salah sebab kenyataannya memang mereka adalah negara yang telah menjajah bangsa kita. Tidak seperti sebelumnya saat kedatangan bangsa asing tidaklah mengambil kekuasaan dari tangan bangsa kita. Mereka datang hanya untuk berdagang sekaligus menyebarkan paham keagamaannya, seperti Hindu, Budha maupun Islam, mereka tidak datang untuk berebut kekuasaan politik atas tanah dan rakyat bangsa kita, semua tetap dipegang oleh anak bangsa kita sendiri. Paling jauh mereka hanya melakukan hubungan perkawinan antara darah bangsa mereka dengan darah bangsa kita, itupun juga terkait dengan penyebaran paham keagamaan. Kedatangan mereka sama sekali berbeda dengan kedatangan bangsa-bangsa Eropa atau Jepang, dimana bukan hanya untuk menyebarkan suatu paham keagamaan, atau paham lainnya, lebih da...

Masyarakat Barat Bukan Bangsa Barbar, Benarkah?

Gambar
Siapa bangsa yang berani mengaku beradab dibanding bangsa-bangsa lainnya? Barat! Bangsa baratlah yang mengaku dirinya sebagai bangsa beradab. Sebaliknya, bangsa-bangsa di luar barat mereka menyebutnya sebagai bangsa barbar, pendeknya, bangsa yang tidak beradab. Kesimpulan ini berurat berakar pada peradaban Yunani kuno. Masyarakat Yunani, ketika mempertentangkan dirinya dengan bangsa asing dengan sebutan bangsa beradab dan bangsa barbar tentu bukan tanpa alasan, alasan yang membuat mereka menganggap bahwa apa yang mereka katakan tentang bangsanya yang beradab atau tentang bangsa di luarnya barbar ialah perkataan yang benar karena memiliki dasar untuk pembenaran tersebut.  Ada dua alasan kenapa bangsa Yunani Kuno mempertentangkan dirinya dengan bangsa lain dalam sebutan beradab dan barbar (barbaros), dua alasan tersebut saling terkait satu sama lain dan bersumber dari satu hal yaitu politik atau sistem pemerintahan. Pertama, dalam rumusan negatif, bangsa Yunani tidaklah d...

Hanyalah Seruling

Gambar
aku hanyalah seruling dan kau adalah nafas yang ditiupkan ke dalamnya, melaluiku kau perdengarkan melodia merdu tanpamu aku hanyalah buluh di jurang, kau mengangkatku dari tempat rendah-menaikkanku, memberiku makna baru kemana-mana kau bawa serta diriku, tak pernah kau tinggal kau perlakukan aku sedemikian penting hingga retak hatiku karena keriangan membuatku takut bila nanti engkau pergi jangan biarkan seruling ini hingga lupa diri, lupa kepadamu dirinya dulu adalah buluh yang kau ubah dan menjadi seruling dan biarkanlah ia mengikuti, dan mengabdi selama kau di sini Ingin ku ungkapkan kata tapi bahkan puisi tak bisa memuat bila harus, kau adalah hidup, pengubah, makna, serta cinta Pekanbaru, 21 Januari 2017

Sebuah Pengabdian

Gambar
bani-fahmi.blogspot..co.id wajahku memerah saat kau terima hadiah puisi itu dariku dan hatiku jadi laut keriangan saat kau baca dan memujinya aku terharu ketika kulihat wajahmu, dan saat kau tersenyum aku mabuk-hilang kesadaran, kau seperti menari di pikiran aku takkan lelah menghadiahi untukmu sebuah pengabdian dengan pikiran yang bernyanyi, dan dengan hati yang menari menggerakkan seluruh tubuh mengabdikan diri ini padamu ketika aku tak datang, kau bertanya, mencari, menunggu hingga aku datang kembali dan membawa puisi untukmu aku tahu tanpa puisi segala keindahanmu takkan dikenali dan kau akan dilupakan, mati terkubur di tanah kesunyian aku takkan pergi kecuali untuk mencari yang ku butuhkan untuk mempersembahkan yang terbaik demi yang terindah selama aku ada-puisikupun ada, mengabdi untukmu cinta Pekanbaru, 20 Januari 2017